Lee Alcantara

Lee Alcantara. Programmer yang nyambi nattoo artist. Asal tahu aja ya, Lee ini orangnya sayang istri. Kalian bisa baca sendiri deh nanti kalau nggak percaya. Dari hasil ngobrol-ngobrol sama Lee, aku mendapatkan pelajaran berharga: kalau pas ditato trus kesakitan, teriak sih boleh asal jangan berlebihan. Ga kuat tsaaay. Soalnya Lee pernah mengalami insiden kurang menyenangkan gara-gara ada orang yang ditato trus teriaknya lebay. Penasaran kaaan? Baca makanya!

 

Kenapa sih suka tato?

Pertama coba-coba pengen kelihatan anak gaul. Waktu itu tahun 2010 masih jadi teknisi warnet. Duit gajian kumpulin buat nattoo. Dan waktu saya nato belum pake thermal (cetakan) semuanya freehand alhasil tattoo di tangan saya kiri kanan ya begitu lah penyesalan.

Nah itu pelajaran yang harus diambil mau mahal mau murah, kita nggak bisa asal pilih tattoo artist.

Trus belajar nato sejak kapan?

Belajar nato pertama ? Buatin tattoo untuk karyawan. Habis beli alat langsung praktik.

Itu emang niat beli alat-alat tattoo buat belajar?

Memang niat hobi, bukan untuk kerjaan.

Belajar panggil anak orang untuk ditattoo. Saat beli alat tattoo, pesan saya untuk pemula

jangan terlihat seperti baru pertama kali belajar tato. Karena pengalaman pribadi saya seperti orang bodoh dikibulin “Mesin ini bagus Lee, harga segini, bla bla bla.”

Alhasil saya browsing-browsing tanya kiri kanan yang benar-benar senior itu mesin hanya 30% harganya

dan performanya juga tidak bagus. Ya sama seperti mahasiswa baru lah.

Terus sampai sekarang pun nato cuma hobi aja gitu?

Iya karena pernah coba-coba untuk jual tapi saya merasa belum layak jual. Kasihan orang yang bayar dapat hasil yang dari hati saya belum sreg untuk jual. Paling nggak kusuruh bayar untuk pergantian tinta dan jarum beserta alat-alat yang harus dibeli.

Tapi kalau lomba-lomba luar daerah saya hobi ikut, karena hobi traveling. Menang atau kalah nggak masalah.

Sering ikut event berarti? Udah pernah menang apa aja?

Sering. Menang di Surabaya aja itu pun top score.

Udah dapet juara gitu masih nggak pengen jadiin tato sebagai profesi?

Masih fokus belajar aku, and research tentang bagaimana tattoo yang baik dan benar.

Sama masih sibuk ngurus anak. Whahahahahahah. Studio sih udah ada.

Btw, kalau skill gambar emang udah ada dari dulu?

Saya nggak bisa gambar mbak, masih belajar. Kalo desain lewat komputer bisa seperti vector, geometric, ataupun lettering.

Berarti biasanya kalau bikin desain juga desain digital ya?

Iya kadang ambil dari IG di-trace ulang.

Alirannya apa sih?

Geometric and oriental. Nggak berani realis bisa-bisa hidung orang mencong.

Hahahaha. Tattoo artist idolanya siapa?

Kalau Indonesia, Hendric Shinigami (aku suka orientalnya) , Sonny El Diablo (letteringnya nggak nahan).

Kalau artist luar saya suka Stevano Alcantara, Ben Banzai, sama AD Pancho.

Jadi dari situ nama Lee Alcantara berasal?

Iya. Suka stylenya sama brewoknya.

Hahaha. Trus ke depannya ada niat nggak sih buat jadiin tato bener-bener sebagai profesi?

Ada dong, studio dan peralatan profesional sudah siap. Ke depannya saya ada tattoo removal juga, jadi yang mau dicover-up sebaiknya diremove dulu sampai beberapa session agar hasil maksimal.

Hemmmm. Ya ya ya. Kalau kesibukan sekarang ini apa?

Sibuk coding website aja, sama jadi IT di kantor.

Oooh, kerja kantoran juga?

Kerjanya di rumah, ke kantornya cuma kalo ada troubleshoot aja.

Oyaa, belajar nato sendiri aja apa pernah belajar sama siapaaa gitu?

Belajar tattoo dari om Sonny melalui tulisan. Biasanya BBMan untuk tanya tekniknya.

Kalau yang belajar langsung?

Nggak ada. Palingan lewat event saya liatin kadang saya video zoom. Atau youtube saya ulang-ulang lihat video Sullen.

Kamu kan sering ikut event. Ada nggak yg paling berkesan?

Tanjung Pinang. Karena pas berangkat satu pesawat sama president ISC (Ucha) dan pertama kali gangbang orang bersama artist senior, Prim Ferry dan Edho X Tattoo.

Kalau tattoo, ada nggak tattoo yg pernah dibikin yang bikin keinget terus?

Tattoo di badan ? Yang berkesan nama anak ditattooin sama om Sonny. Kalau di badan stempel nama istri ada tujuh nama di badan sampai leher.

Whaaaat?? Hahaha. Maksudnya tato yg kamu bikin.

Ooo, ada kok. Ada juga yang nggak enakin. Pas ditattoo desah-desah kayak aku perkosa anak orang aja. Serem malah.

Hwaaahahahahaha. Masaa? Cewek? Ya sakit kaliiik.

Iya aku tattoo cewek di studio malah desah-desah meringis kesakitan and teriak-teriak. Sampai istri naik ke studio. Lalu aku bilang teriak sekali lagi nggak kukerjain. Alhasil dia tutup mulut pake tissue.

Hahahahahaha. Ini lucu sumpah. Trus habis itu bisa diem tenang?

Iya. Sama kejadian yang mungkin dialami tattoo artist lain. Yang ditattoo bau badan dan kebetulan saya lagi turnament di Jakarta waktu itu. Sudah modelnya bergerak-gerak baunya nggak bisa dibayangin. Saya sampai jackpot di WC.

Hahahahaha. Pake masker masih bau?

Tembussss.

Separah itu? Salah pilih model yak?

Model disediain panitia. Karena aku luar kota. Nggak bisa milih-milih. Padahal jauh hari saya tulis di facebook FREE yang mau jadi model.

O ya tadi lupa nanya. Itu tadi saking sayangnya sama istri ya sampai distempel tujuh kali?

Iya. Tujuh kali stempel “Fang”. Leher, tangan, perut, kaki. Wkwkwkwkw.

So sweet. Hahaha. (Sambil mikir “Yang mau nyetempel namaku tujuh kali di badannya siapa coba?” hihi)

Udah sih, kayaknya itu aja. Ada yang mau ditambahin nggak?

Saran buat yang mau ditattoo: mandi sebelum tattoo, sama pake deodorant.

 

Hwahahahahaha. Sungguh pengalaman yang mengesankan ya gengs. Kalian-kalian yang mau ditato sama Lee, bisa ditemui di bawah ini. Ingaaat, jangan lupa mandi!

 

Studio: Ngagel Wasana 9 No. 1 Surabaya (belakang Univ Ubaya lama)

0877 5109 1088 (bisa call, sms, atau WA)

IG: infinitytattooo

FB: Lee Alcantara

 

Tattoo virgin. Bisa ditemui di akun facebooknya.

Atikel Terkait “Lee Alcantara”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *