Mencuri Tato Orang Lain

Tattoo.id-Mencuri Tato Orang Lain Aduh, ini sebenarnya topik yang sensitif untuk dibicarakan. Terutama di tengah masyarakat yang menurut penuturan tattoo artist, masih banyak klien yang nggak mau dibikinin desain custom baru dan pengennya niru persis plek gambar yang mereka peroleh dari google.

Aku nulis ini karena beberapa waktu yang lalu nonton video seseorang yang tatonya dicuri orang lain. Aku paham kenapa dia sampai marah-marah. Soalnya tato dia itu unik banget. Dibuat custom melalui diskusi panjang sama tattoo artistnya sampai mereka menemukan desain yang pas banget dan dia banget.

Trus tiba-tiba ada orang yang pamer foto tato barunya yang persis plek. Gawatnya, orang ini malah nggak merasa salah sama sekali dan malah menganggap si pemilik tato pertamanya baperan.

Duh, gimana ya? Di satu sisi memang agak pusing kalau mau ngomongin ini. Tapi kita anggap saja kalau semua orang yang mengaku mencintai seni rajah tubuh harusnya udah paham kalau tato itu seni. Pencurian seni itu kejahatan. Meskipun belum ada undang-undang yang mengatur khusus mengenai pencurian tato, tapi seenggaknya secara moral itu salah. Sama salahnya seperti kasus plagiat tulisan. Mau itu copy paste atau ketik ulang ya tetep aja itu karya orang lain.

Ya bayangin aja, tattoo artist membuat desain itu meluangkan waktu (yang nggak sebentar), tenaga, dan pikiran. Trus ada yang jiplak gitu aja bikin persis plek ketiplek. Kan sakit. Kecuali emang desain itu diperoleh dari situs desain gratis. Yang penyedianya memang mengizinkan desain itu untuk dipakai sesukanya tanpa royalty. Atau desain-desain umum, bentuk-bentuk dasar, seperti misalnya bentuk hati, segitiga, panah, dan lain-lain. Itu tidak termasuk pencurian.

Tapi satu desain tato custom utuh? Itu beda lagi.

Dari sudut pandang tattoo artist, aku mengerti sepenuhnya. Ya kalau maunya klien gitu gimana dong? Ini mata pencaharian, boskuuu. Aku hanya tahu sedikit artist yang tegas menolak klien yang minta ditato desain copy paste dan keukeuh hanya mau menggunakan desainnya sendiri.

Dalam hal ini klien memang harus mengerti, kalau tattoo artist itu seniman. Hati nurani mereka pasti menjerit kalau dipaksa menjiplak karya orang lain.

Mencuri Tato Beda dengan Terinspirasi

Kamu lihat tato yang bagus, kamu suka dengan desainnya, trus pengen bikin yang mirip seperti itu, itu nggak salah. Sangat wajar. Toh, sebenarnya di bumi ini nggak ada yang benar-benar baru. Semua pasti terinspirasi oleh sesuatu yang sudah ada. Ide baru adalah gabungan ide-ide lama. Desain baru adalah gabungan bentuk-bentuk yang sudah lama ada. Iya.

Yang salah adalah ketika desain tato custom full, diprint, ditrace ke transfer paper, trus ditatokan persis plek ketiplek sama. Padahal sebenarnya desain itu masih sangat bisa dimodifikasi dengan mengubah beberapa unsur dan gambar ulang dengan gaya sendiri.

Bagaimana kalau desain itu awalnya memiliki arti yang sangat penting dan sangat personal bagi pemilik awalnya? Bagaimana kalau tato itu tadinya merupakan identitas dan jati diri pemilik awalnya? Masa iya, kamu mau memiliki gambar permanen yang memiliki arti personal bagi orang lain, sedangkan bagimu sendiri mungkin nggak ada artinya sama sekali kecuali bagus, kamu suka gambarnya?

Bagi yang udah terlanjur, nggak apa-apa. Apa boleh buat. Bagi yang belum, usahakan ke depannya kalau pengen tato, jangan jiplak persis plek gambar dari google. Bukan hanya untuk menghormati si pemilik desain awal, tapi juga menghargai tattoo artistmu dan terutama tubuh kamu sendiri. Kamu nggak pengen membawa selamanya sesuatu yang sebenarnya milik orang lain kan?

Begitulah. Semoga postingan ini nggak bikin baper ya. Beda pendapat, boleh. Mari diskusi di kolom komentar.

Tattoo virgin. Bisa ditemui di akun facebooknya.

Atikel Terkait “Mencuri Tato Orang Lain”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *