Mengapa Tato Memudar?

Mengapa tato memudar? Semua tato pasti akan memudar. Pasti. Nggak peduli sebagus apa tintanya, atau sejago apa artistnya, pudar itu adalah suatu keniscayaan. Paling yang membedakan cuma seberapa cepat dan seberapa parah aja.

Emang kenapa sih? Kok tato bisa pudar?

Sistem Imun Tubuh

Banyak orang terlalu fokus pada faktor luar misal paparan sinar matahari, kosmetik, dan lainnya. Itu memang benar berpengaruh. Tapi ada satu hal yang sebenarnya ‘melunturkan’ tato setiap hari tanpa kita sadari, yaitu sistem imun tubuh.

Jadi beberapa tinta tato terutama yang warna ngejreng, itu pigmennya mengandung logam berat seperti aluminium, titanium, nikel, cobalt, dan sebagainya. Ketika dimasukkan ke kulit, logam berat ini akan dideteksi sebagai benda asing oleh sistem imun tubuh.

Oleh karena itu sel darah putih yang berperan sebagai pasukan penjaga kekebalan tubuh langsung berinisiatif untuk menyingkirkan si benda asing ini. Mereka akan berusaha ‘memakan’ partikel tinta tato, mengikatnya, membawanya untuk diproses di liver, trus dibuang bersama sisa-sisa makan malam.

Apa Bisa Hilang Sama Sekali?

Kalau gitu berarti tato itu nggak permanen dong? Lama-lama bisa habis sendiri dong ‘dimakan’ sel darah putih?

Enggak juga. Tetep permanen karena sel darah putih ini kecil-kecil. Hanya bisa ‘memakan’ partikel tinta yang ukurannya lebih kecil. Kalau yang besar nggak bisa. Itulah kenapa tato dengan shading halus tipis-tipis cenderung lebih gampang memudar dibanding tato dengan garis tegas dan tebal seperti gaya tribal. Selain karena tato dengan garis tebal partikelnya di dalam kulit lebih besar, tinta hitam juga lebih aman dibanding tinta warna karena biasanya terbuat dari karbon, sehingga nggak dicurigai banget-banget sama pasukan sel darah putih.

Baca juga:  Step by Step Cara Merawat Tato Baru

Mereka juga ngangkutin itu pelan-pelan, nunggu partikelnya pecah sedikit-demi sedikit, dan diangkutin keluar satu per satu. Jadi meski proses ini terjadi kontinyu setiap hari, tapi cuma dikiiit banget dan dampaknya paling baru akan kelihatan setelah beberapa tahun.

Laser Tattoo Removal

Prinsip kerja sistem imun ini dimanfaatkan dalam proses tattoo removal yang menggunakan laser. Mungkin kalian semua sudah tahu, tapi jujur aja, sebelum ini sebenernya aku salah sangka. Tadinya kukira hapus tato pakai laser itu cara kerjanya laser ‘membakar’ kulit, membuaka pori-porinya, lalu tintanya akan keluar luber dari situ. Wkwkwk. Silakan tertawakan saya.

Nggak tahunya ternyata laser ini tugasnnya memanaskan partikel tinta biar pecah menjadi lebih kecil-kecil dan bisa diangkut keluar oleh sel darah putih. Jadi gampangnya laser ini cuma ngebantuin mecah partikel, biar sel darah putih yang membereskan sisanya.

Makanya proses tattoo removal pakai laser bisa membutuhkan beberapa kali sesi sampai benar-benar hilang. Karena sebenernya proses menghilangkan tintanya itu alami dikerjakan oleh sistem imun tubuh.

Faktor dari Luar dan Tinta

Tentu saja selain faktor dari dalam itu, faktor dari luar juga banyak berpengaruh. Jadi merawat tato dari luar juga tetep wajib. Meski secara alami tato tetep pasti memudar dikit-dikit karena proses dari dalam, tapi perawatan dari luar bisa membantu memperlambat proses memudarnya.

Selain itu juga sejak awal bisa dikurangi kemungkinan pudarnya dengan menggunakan tinta yang lebih aman, non-metallic dan menggunakan pigmen organik. Sekarang udah banyak kok tinta organik dan bahkan yang vegan juga ada.

Bukan hanya masalah pudar atau enggaknya, tapi lebih ke masalah kesehatan juga. Proses pengangkutan partikel logam berat oleh sel darah putih itu setiap hari melalui pembuluh darah lho. Dan diproses di hati. Jadi ya kebayang nggak sih kalau terus-terusan terjadi dalam jangka waktu seumur hidup?

Related Post to Mengapa Tato Memudar?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *