Desain Tato Di Bekas Luka

Mendesain tato di bekas luka bisa menjadi tantangan tersendiri. Tapi hasil akhirnya bisa menjadi sesuatu yang meaningfull dan membuat kamu mencintai bekas lukamu sama besar seperti kamu mencintai tatomu.
Ketika mendesain tato di bekas luka, kamu harus mempertimbangkan bentuk lukamu dan menemukan desain yang pas untuk itu. Perlu diperhatikan juga bahwa kulit yang ada bekas lukanya berbeda ketika menerima tinta dibanding kulit normal.
Jadi hal ini juga harus diperhatikan karena ada kemungkinaan tinta nggak akan keluar di bagian yang ada bekas lukanya.

Tiap bekas luka itu unik, jadi kamu harus bisa menemukan desain dan gaya yang sesuai. Tato di bekas luka udah pasti desainnya harus custom made menyesuaikan dengan bekas lukanya.
Kalau kamu nggak bisa mendesain sendiri tatomu, pastikan kamu menemukan tattoo artist yang beneran artist dan bisa membuatkan desain yang sesuai dengan bekas lukamu.

Menurut tattoo artist profesional, lebih baik membuat desain yang memiliki pola dan tekstur untuk membuat bekas lukanya seperti menyatu dengan tatonya. Pola yang dimaksud bisa berupa ombak, daun-daunan, bunga, hewan, dan sebagainya.

Hal berikutnya, kamu harus memilih gaya yang tepat. Ada beberapa aliran/ gaya dalam desain tato. Salah satu yang paling terkenal adalah pola geometric dan tribal. Dalam membuat desain tato di bekas luka, gaya yang melibatkan warna solid dan garis-garis tegas sepeti tribal ini sebaiknya dihindari. Karena bagian kulit yang ada bekas lukanya biasanya nggak memunculkan warna dengan baik dan garis nggak terlalu solid, jadi akan kelihatan banget kalau ada bagian yang berbeda ketika tatonya sembuh nanti.

Jangan beranggapan kalau diblok warna hitam udah pasti ketutupan. Nggak seperti itu. Balik lagi, tekstur kulit yang ada bekas lukanya berbeda dan caranya menerima tinta juga beda. Hasil akhirnya ketika sembuh nanti bisa berbeda.
Misalnya di area kulit yang normal, warna hitam bisa kelihatan hitam, tapi di area kulit yang ada bekas lukanya ketika sembuh bisa jadi terlihat nggak terlalu hitam atau abu-abu. Hal ini justru akan membuat bekas lukamu kelihatan banget dan sama aja jadinya.

Lebih baik memilih desain yang lebih dinamis dan ‘mengalir’ dan bisa mengikuti bentuk bekas lukanya. Misalnya mau membuat tato bunga atau binatang, pilih yang bentuknya bisa mengikuti bentuk bekas luka sehingga ketika tatonya dibuat, bekas lukanya bener-bener tersamarkan.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat mendesain tato di bekas luka adalah jenis lukanya. Hal apa yang membuat luka itu terbentuk? Apa karena terbakar, teriris, jatuh, dan sebagainya karena beda tipe luka beda penanganan.

Hal yang mungkin selama ini dipikirkan oleh orang yang ingin membuat tato di bekas luka mungkin adalah: gimana caranya semua bekas luka ini ketutupan? Sebenernya nggak harus. Sebagian dari bekas lukanya bisa dibiarkan apa adanya tapi ketika digabungkan dengan desain tatonya bisa menjadi satu kesatuan. Misalnya aja bekas luka memanjang, trus dijadikan tangkai dari bunga-bunga. Misal.

Karena kulit yang ada bekas lukanya agak lebih susah ditebak hasil akhirnya nanti, ada baiknya membuat desain nggak langsung gede, tapi ngepas mengikuti lebar bekas lukanya dulu. Kalau ternyata hasilnya bagus, tintanya masuk, warnanya keluar sesuai yang diharapkan, baru bisa mengembangkan desain yang lebih besar di sekelilingnya.

Pada akhirnya, perlu diingat bahwa poin utama dari mendesain tato di bekas luka bukan semata-mata menutupinya blok dengan gambar, tapi gambar yang mengikutinya dan menjadikannya satu kesatuan. Cara ini akan menyembunyikan bekas luka dengan lebih baik.

Image credit: Instagram/rockmybody