Tato Di Bekas Luka – Apakah Lebih Sakit?

Gampangnya sih jawabannya iya. Pada dasarnya tato di semua kulit memang sakit. Di kulit biasa aja rasanya sakit. Tapi di bekas luka bisa jadi lebih sakit lagi. Kenapa? Karena area kulit yang ada bekas lukanya biasanya jadi lebih sensitif.

Meski begitu, hal ini juga tergantung pada usia luka. Udah berapa lama luka itu sembuh? Kalau udah lama banget bertahun-tahun dan kondisi kulitnya udah kembali seperti normal, cuma tinggal ada bekas perbedaan warna aja, kemungkinan sakitnya sama aja seperti tato di kulit yang nggak ada bekas lukanya.

Tapi luka yang tergolong masih baru, kemungkinaan besar jauh lebih sakit karena kondisi kulitnya masih belum kembali persis seperti semula.

Makanya mending tunggu dulu sampai lukanya bener-bener sembuh sempurna sebelum ditato. Soalnya akibatnya bukan hanya ke rasa sakit, tapi hasil tato juga kalau di kemudian hari masih ada perubahan tekstur kulit. Ingat, sabar adalah koentji.

Itu untuk luka ringan yang nggak terlalu dalam yaa. Gimana dengan tato yang dalam sampai merusak jaringan kulit dan kondisinya nggak bisa kembali seperti kulit normal? Bahkan mungkin, sampai udah bertahun-tahun pun kadang masih terasa sakit. Trus gimana dong?

Selama secara medis memungkinkan dan nggak akan menimbulkan risiko kerusakan yang lebih serius, ya silakan aja ditato. Tapi ya kamu harus sadar kalau mungkin rasanya akan jauh lebih sakit, dan kamu harus tahan.

Kalau kamu tetep pengen menutupi bekas luka itu dengan tato tapi khawatir nggak akan bisa handle rasa sakitnya, kamu bisa minta pakai numbing products (bisa berbentuk cream atau spray) ke tattoo artistnya.

Emang sih, numbing products nggak akan bikin proses tato jadi nggak kerasa sama sekali, tapi seenggaknya bisa mengurangi sedikit. Atau seenggaknya bisa mengurangi kekhawatiranmu. Hahaha.

Kalau ngomong soal rasa sakit sih balik lagi ke: satu, tato itu emang sakit, dan dua, kemampuan masing-masing orang untuk menahan rasa sakit ini beda-beda. Untuk tato di bekas luka juga sama. Mungkin kamu punya temen yang bikin tato di bekas luka dan dia cerita kalau pengalaman itu sungguh mengerikan. Tapi pas kamu sendiri bikin tato di bekas luka, bisa jadi rasanya ternyata nggak semengerikan itu.

Rasa sakit itu relatif. Tergantung pada bagaimana cara tubuh kita berreaksi juga tergantung pada pola pikir. Kalau belum-belum aja udah ketakutan dan mikir pasti sakit banget, bisa-bisa beneran jadi sakit banget. Jadi mending kalau emang udah memutuskan untuk bikin tato di bekas luka ya nggak usah terlalu cemas. Kalem aja, tenang, memang akan sakit, tapi nggak separah yang mungkin dibayangkan. Gitu. Hihihi.

Lagi pula ingat lagi, tujuan awal membuat tato di bekas luka kan mau menutupi bekas luka itu dengan hasil karya seni yang awesome. Jadi ingat aja kalau nanti tatonya udah jadi, kamu akan puas dengan hasilnya dan rasa sakit yang terpaksa harus kamu alami memang worth it.
Jangan lupa juga untuk persiapan baik fisik maupun mental. Baca-baca dulu artikel di tattoo.id biar tahu apa saja yang harus disiapkan sebelum tatoan. Tato di bekas luka persiapannya sama aja kok kayak tato di kulit biasanya. Cuma bedanya mungkin kamu perlu konsultasi dulu ke dokter untuk memastikan kemungkinan risikonya dan hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Image credit: Instagram/oh_surreal