Tato Di Bekas Luka – Jadi Lebih Baik Atau Lebih Buruk?

Apakah sebuah tato bisa membuat bekas luka jadi terlihat lebih baik? Tentu saja bisa. Kalau kamu memilih tattoo artist yang tepat. Hehehe.

Sebenernya jawaban untuk pertanyaan ini sangat tergantung pada dua hal: kondisi bekas lukanya dan skill tattoo artist. Ya, kalau misal hasilnya nggak sesuai yang diharapkan, nggak selalu karena salah tattoo artistnya, tapi kondisi bekas luka itu sendiri berpengaruh.

Sebaliknya, nggak selalu karena kondisi bekas lukanya, tapi juga skill tattoo artistnya. Jadi kedua hal ini saling bergandengan satu sama lain.

Ada tattoo artist yang memang berpengalaman mentato bekas luka dan hasilnya menakjubkan bisa menutupi bahkan bekas luka yang parah. Sebagai contoh, ada banyak tattoo artist yang bahkan bisa menutupi luka bekas operasi yang besar dan lebar.

Meskipun kamu punya bekas luka yang bisa dibilang mustahil untuk ditutup sempurna, seorang tattoo artist yang emang kompeten, bisa membuat tato yang seenggaknya bisa menyamarkan bekas lukamu itu menjadi nggak terlalu kelihatan. Tersembunyi dalam desain tato yang artsitik dan membuat orang-orang nggak nyadar sama sekali kalau ada bekas luka di sana.

Jadi meskipun bekas lukamu nggak sepenuhnya bisa ditutupi, tapi bisa disamarkan atau dimanipulasi menjadi seolah-olah bagian dari desain tatonya.

Makanya di sini perlu banget memilih tattoo artist yang emang beneran artist, bukan yang hanya bisa jiplak desain. Soalnya skill mendesain tato yang bagus menyesuaikan dengan kondisi kulit dan bentuk bekas luka sangat penting di sini.
Desainnya harus custom made menyesuaikan dengan kondisi bekas lukanya.

Kalau kamu kebetulan memiliki bekas luka yang emang nggak bisa ditutupi dengan tato sama sekali, misal karena tekstur kulitnya sudah berubah dan nggak bisa nerima tinta, atau mungkin karena kondisinya secara medis memang nggak memungkinkan untuk ditato (khawatir menyebabkan kerusakan kulit lebih parah, dsb), kamu masih bisa membuat tato di sebelah atau di sekeliling bekas lukanya.

Tattoo artistmu akan membuatkan desain yang cocok yang membuat bekas luka itu nggak terlalu kelihatan (membuat perhatian orang-orang teralihkan dengan desain tato di sekitarnya). Jadi yah, selalu ada jalan, tenang saja.

Btw, itu tadi kemungkinan bisa menjadi lebih baik.

Sekarang pertanyaannya, apa bisa menjadi lebih buruk?
Jawabannya juga ya, bisa. Selain lebih baik, kemungkinan tato yang kamu buat juga bisa memperparah keadaan.
Hal ini sekali lagi tergantung pada dua hal: kondisi bekas lukanya, dan skill tato artist.

Gini lho, ada tattoo artist itu yang memang belum memiliki skill yang memadai, nggak mengikuti SOP, dan lain sebagainya. Oke, mungkin sebenernya mereka belum bisa disebut sebagai tattoo artist, cuma ngaku-ngaku aja. Mereka belum tahu cara setting mesin, mengatur kecepatan, nggak menjaga kebersihan, nggak pakai sarung tangan, jarum dan alat lain digunakan secara berulang-ulang, dan lain sebagainya.

Di kulit biasa yang nggak ada bekas lukanya aja, kesembronoan macam itu bisa menyebabkan luka serius. Bisa menyebabkan infeksi, keloid, dan atau mungkin malah penyakit yang lebih parah lagi.
Apa lagi di kulit yang ada bekas lukanya. Risikonya lebih tinggi.

Maka dari itu, nggak bosen-bosen aku mengulang-ulang nasihat yang sungguh bijak bagi siapapun yang mau bertato: kenali tattoo artistmu. Dia emang kompeten atau enggak. Emang beneran artist atau cuma ngaku-ngaku aja. Emang berpengalaman atau enggak, dsb.

Karena bahkan tattoo artist professional pun belum tentu menyanggupi permintaan membuat tato di bekas luka. Apa lagi yang abal-abal.

Ingat, ini kulitmu sendiri. Sayangi. Jangan buru-buru asal murah dan asal sanggup.

Image credit: Instagram/jenandersontattoos