Tattoo Perempuan Indonesia

Bicara tentang Tattoo Perempuan Indonesia di negeri kita ini sudah memiliki budaya merajah tubuh sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai bahan acuan saya menggunakan referensi para perempuan tradisional di Kalimantan dan Kepulauan Mentawai yang hingga saat ini masih banyak yang memilikinya.

Sementara dalam postingan ini saya hanya memfokuskan tentang tattoo perempuannya dulu. Dan di sini saya akan bicara tentang historis. Jadi untuk ulasan tentang seni rajah tradisional Indonesia secara universalnya akan saya update di sesi berikutnya. Dan tentunya saya akan mencari nara sumber yang valid dulu nanti, karena selain bisa kita jadikan referensi mereka mempunyai standar sesuai tradisi asli mereka.

Dalam ulasan tattoo perempuan Indonesia ini berbagai motif yang ditorehkan pada tiap kulitnya akan berbeda-beda. Tentu ini menurut kemampuan mereka sejak masih sebagai seorang gadis. Jadi pada zaman dahulu kemampuannya sebagai seorang perempuan akan digambarkan dengan simbol-simbol rajah yang ada pada tubuhnya. Dan rajah yang ada dalam tubuh mereka adalah simbol kecakapan mereka sesuai usia dan kemampuanya sebagai perempuan. Sehingga simbol rajah inilah yang menandai ia telah layak sebagai seorang gadis yang sudah siap dipinang dan kemudian dinikahkan.

Tattoo Perempuan Indonesia di Kalimantan

Untuk motif rajah di Kalimantan ini dibuat menurut kecakapan dirinya, misalnya telah cakap menenun dan memasak. Jika telah menguasai ia akan mendapatkan tattoo dengan motif tertentu pada lengannya yang telah menjadi patokan masyarakat setempat. Rasa sakit karena dirajah akan menjadi sebuah ritual wajib baginya sebagai pertanda bahwa ia telah menjadi anak gadis yang telah dewasa. Selain itu rajah di tubuh wanita di sana di anggap sebagai simbol suci dalam status sosialnya. Tentu saja karena ia dianggap telah mampu menjadi pendamping sang suami sebagai ksatria ketika mengalahkan musuhnya hingga berhasil memenggal kepalanya.

Tattoo Perempuan Iban

Pada suku Dayak Iban mungkin hanya ada 1 dari 50 wanita yang memiliki tato simbol perang perempuan. Ini karena kecakapannya mendampingi suami berburu dan berperang mencari daerah baru untuk kepentingan sukunya. Disinilah simbol tattoo perempuan Indonesia yang dianggap suci dan dimulai. Ia juga ahli membuat tenun kain pua yang ia buat sebagai ritual yang berbahaya, dan dianggap sama pentingnya dengan upacara pengayauan/perang dilakukan oleh prajurit.

Menurut mereka proses pencelupan benang kapas dalam warna merah darah itu berbahaya, karena pewarna merah alami ini mirip darah sehingga dapat menarik roh yang mungkin membawa masalah atau kematian untuk penenunnya, keluarganya atau bahkan seluruh penghuni rumah panjang itu sendiri. Dalam hal ini rumah panjang merupakan rumah adat Dayak Iban.

Tato Dayak Iban

Selama proses membuat kain pua diperlukan penguasaan dan kesabaran yang besar, berbagai ritual, pengorbanan babi atau ayam yang darahnya dapat menenangkan roh. Setiap desain tenun dipercaya memiliki makna sendiri beserta energi spiritualnya. Penenun wajib mengikuti berbagai ritual pada alat tenun, hal ini untuk menghindari bencana pribadi atau kolektif. Misalnya, jika penenun melakukan hal yang melebihi kompetensinya maka akan mengakibatkan murkanya roh. Lalu dimana peran seni rajah tubuh di sini?

Penenun yang sudah mahir dan telah berpartisipasi dalam perang wanita, baik secara sosial dan ritual akan ditandai dengan tanda kecil di jari atau tato lainnya yang menutupi jempol. Di sinilah mereka melengkapi perannya dalam ulasan tentang tattoo perempuan Indonesia.

Pembuatan Tattoo Perempuan di Kalimantan

Proses pembuatan seni rajah di Kalimantan dalam ulasan tattoo perempuan Indonesia ini sama dengan proses membuat tato pada pria. Sebuah tongkat dengan ujung jarum diberi tinta diletakkan pada permukaan kulit. Atau ada juga yang berbentuk tongkat dengan ujung tajam kemudian dipukul dengan tongkat lainya hingga dapat menekan tinta masuk ke dalam kulit. Jenis tongkat yang berfungsi sebagai penahan jarumnya memiliki ketebalan dan daya tahan yang berbeda. Seperti halnya ukuran jarum yang berbeda pada mesin tato modern saat ini.

Perempuan Tattoo ndonesia

Proses rajah tradisional yang terpenting adalah melakukan peregangan kulit. Ini adalah hal yang sangat penting. Masing-masing memiliki cara mereka sendiri untuk meregangkan kulit. Cara yang benar pada saat peregangan akan dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tato. Dalam hal ini diperlukan seorang asisten yang dapat melakukan peregangan yang baik sehingga waktu mentato lebih efisien dan mengurangi rasa sakit bagi perempuan.

Namun karena pengaruh masuknya agama ke dalam masyarakat yang hidup di dalam hutan ini pada sekitar tahun 1950-an dan 1960-an banyak orang di Kalimantan menjadi pemeluk agama Kristen. Di sini budaya membuat tato tradisional dihentikan sehingga budaya dan tradisi kuno ini hampir mati. Sehingga seni rajah tubuh di Kalimatan hampir tak ada lagi, sehingga sejarah desain tattoo perempuan Indonesia terancam kepunahan. Tetapi sekitar 10 tahun yang lalu ada kebangkitan tato di sana ketika banyak wartawan dan peneliti yang datang dan mempertanyakan tentang tradisi di sana. Hal ini yang membuat banyak generasi pecinta tato dari era modern berusaha flash back pada tradisi asli mereka. Dan sekarang banyak dari mereka yang tertarik untuk menghidupkan lagi tato tradisional ini.

Alat Tatto Mentawai
Image Credit By Dave Rodriguez – Edited By Be

Tattoo Perempuan Indonesia di Mentawai

Masyarakat pedalaman Mentawai percaya bahwa tattoo pada kulitnya akan berguna pada kehidupan lain setelah kematian dan membantu arwah nenek moyang mengenalinya. Begitu juga dengan tattoo perempuan Indonesia di Mentawai. Menurut kepercayaannya kaum perempuan di sana membuat seni rajah tubuh ini karena roh-roh mereka sangat menyukai keindahan tato yang lengkap pada seluruh bagian tubuh. Bahkan ada motif khusus yang dipercaya melindungi pemiliknya dari roh-roh jahat yang bersembunyi di hutan.

Tattoo Perempuan Indonesia Mentawai

Proses tradisional tattoo perempuan Indonesia di Mentawai dilakukan oleh Sipatiti. Seorang Sipatiti menggunakan gigi hiu, kerang dan sepotong kulit kayu yang diambil dari pohon karai kemudian diasah hingga runcing sebagai alat untuk memasukkan tinta ke dalam kulit atau jarum (patiti). Terkadang menggunakan duri jeruk hutan yang diselipkan ke dalam tongkat bambu kecil dan dipukul dengan kayu pemukul yang disebut lilipat agar tinta dapat masuk ke kulit. Pigmen terbuat dari jelaga hasil pembakaran tempurung kelapa yang dicampur dengan air tebu.

Proses pembuatan tattoo Perempuan Indonesia ini memakan waktu seumur hidup karena dilakukan menurut tahapan usia tahun demi tahun. Kegiatan ini membutuhkan biaya yang banyak hingga selesai tiap tahapnya. Misalnya, biaya tato penuh seluruh bagian tubuh, dari proses itu seorang Paniti akan menerima bayaran tinggi dalam standar yang ditentukan oleh adat setempat. Misalnya seekor babi, 1 pohon durian, 4 pohon sagu, 1 pohon palem 1 kelapa, dan sekeranjang induk ayam dan anaknya. Jika proses rajah telah selesai maka jadilah ia wanita Mentawai yang di sini kita jadikan ikon tattoo perempuan Indonesia yang sesungguhnya. Tato adalah ibarat kendaraan penting karena ia adalah puncak segalanya dari identitas Mentawai.

Proses Tato Mentawai
Image Credit By Filisya

Pembuatan seni rajah perempuan di Mentawai pada zaman dahulu dimulai ketika ia mencapai usia tujuh tahun. Anak-anak perempuan akan mendapatkan rajah di tubuhnya setahap demi setahap. Praktek ini sekarang tidak lagi dilakukan tetapi dimulai pada usia pertengahan remaja. Sebelum prosesi tato dimulai diadakanlah ritual punen patiti konon ritual ini dapat menghilangkan rasa sakit ketika dirajah. Tato dimulai dengan merajah bagian lengan atas dan punggung tangan. Selanjutnya pada paha atas dan kaki, semuanya ini dibuat sebelum menikah.

Perempuan Mentawai

Tahap selanjutnya membuat tato dengan motif yang rumit dari dada hingga leher. Proses akhir dari tato biasanya dimulai setelah mereka mencapai usia empat puluh tahun dan akan diakhiri pada rajah bagian betis, tulang kering, dan lengan. Ya, di sinilah alasan saya menulis tattoo perempuan Indonesia memang paling awal keberadaanya. Be

Special thank to: Filisya, Dave Rodriguez and Dewi Anggraeni as owner at https://www.facebook.com/groups/TattooPerempuanIndonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *