Tipe-tipe Klien Tato yang Menyebalkan

Mau ditato pertama kali, atau mau nambah tato? Pastikan kamu nggak melakukan hal-hal di bawah ini kalau nggak mau bikin tattoo artist-mu kesel.

Bilang Kalau Harga di Tempat Lain Lebih Murah

Salah satu hal yang paling bikin tattoo artist kesel adalah kalau ada klien yang nawar harga. Tatto artist itu menentukan harga pasti udah disesuaikan dengan segalanya: supply yang digunakan, waktu, tenaga, skill, desain, dan jaminan hasil tato yang sesuai.

Konsultasi harga tentu sah-sah aja. Misal, “Mas, aku punya dana segini. Kalau mau bikin kayak gini dengan ukuran segini, udah bisa belum ya?”

Tapi jangan sekali-kali bilang “Wah, kok mahal banget. Kemarin aku nanya artist lain dengan desain dan ukuran yang persis sama, harganya jauh lebih murah lho, Mas.”

Kalau emang ada yang lebih murah dan kamu mau milih yang lebih murah itu, ya udah, ke sana aja. Tapi nggak usah bilang ngatain harga kemahalan karena tiap artist memang memiliki standar harga sendiri-sendiri.

Malah Ngajarin Tattoo Artist-nya

Aku sering diceritain soal ini. Orang minta ditato, tapi selama proses tatonya ini malah ngajarin artistnya.

“Mas, itu garisnya udah bener kayak gitu? Kok kayak kurang miring dua puluh koma sembilan derajat?”

“Yang sebelah situ kelewatan tuh mas, belum diarsir.”

“Aku pernah ditato juga artistnya megang mesin nggak kayak gini deh. Megangnya yang bener tuh kayak kalau lagi megang sumpit itu lohh,” dan semacamnya.

Iya kalau artistnya sabar sih paling cuma disenyumin, atau didiemin. Kalau artisnya kesel trus iseng dibikin mencang-mencong sekalian, mau?

Mabuk

Ini juga sering ada cerita. Temen tattoo artist menolak klien karena klien datang dalam kondisi mabuk. Selain faktor teknis alkohol yang bikin darah keluar lebih banyak dan bikin tinta susah masuk, kondisi mabuk memang nggak ideal untuk aktivitas mengambil keputusan seserius tato.

Mending balik keeseokan harinya, kalau udah sadar.

Minta Copy Desain Orang Lain

Sebenernya, sama seperti seniman lain, seorang tattoo artist sejati pasti menjerit nuraninya kalau harus bikin karya yang ngopy plek desain yang udah ada.

Bawa contoh dan referensi itu bagus, memang disarankan, biar artistnya tahu maumu seperti apa. Nanti bisa dibikinin desain baru sama artisnya berdasarkan referensi itu. Tapi jangan maksa “Pokoknya aku mau kayak gini persis plek.”

Beberapa artist yang idealis bakalan menolak permintaan tattoo ala copy paste ini.

PHP

Nggak hanya soal lamaran aja yang bisa mendadak dibatalkan. Janjian bikin tato juga iya. Sering malah. Gini lho, kamu bikin janji sama tattoo artist itu, artistnya serius. Mereka udah meluangkan hari dan jam yang disepakati buat kamu. Mereka udah nyiapin supply, tempat, dan segala macem, buat kamu. Trus kamu dengan entangnya menghilang begitu saja. Nggak konfirmasi, tahu-tahu nggak pernah memunculkan batang hidung dan nggak bisa dihubungi lagi.

Jadi orang jangan tegaan lah.

Gerak-gerak Terus Buat Ngecek Gambarnya

Udah ngajarin, ngecek terus lagi. Kalau emang tattoonya di tempat yang gampang dilihat sih nggak masalah kalau mau memperhatikan proses selama ditatonya. Yang penting diem.

Lha kalau di bagian yang susah-susah, misal di punggung trus mau ngecek terus.

“Bentar-bentar, aku mau lihat dong, udah kayak apa jadinya sekarang.” Haduuuh.

Minta Murah Karena (Merasa) Temen

“Mas, kalau aku tato di kamu kasih murah ya. Kan kita temen.”

“Hah, temen apaan? Perasaann baru add facebook kemarin deh.”

Well, kalau kamu emang temen yang baik sih pasti mengerti betapa harga yang ditawarkan itu udah sesuai. Kalau perlu malah kamu tambahin. Haha.

Ngajak Orang Sekeluarga

Ini lagi mau tato, bukan piknik. Itu studio tato, bukan taman bermain. Kalau cuma bawa pasangan, istri atau suami, silakan aja. Tapi kalau bawa sekeluarga lengkap banget termasuk anak, mertua, tetangga, dan penghulu yang dulu nikahin juga diajak, itu menuh-menuhin tempat dan mengganggu. Apalagi ada anak kecilnya yang ribut terus. Tattoo artist butuh ketenangan.

Nggak Duduk Diem

Gelisah, usil-usil, gerak-gerakin kaki, sit up, senam SKJ, melambai-lambai pada tiap tukang becak yang lewat. “Pak, aku lagi ditato lho. Keren kan? Uwuwuwu.”

Kalau kamu gerak terus, tattoo artistnya bakal kesuliatan menggambar di kulit kamu. Akibatnya hasil gambarnya bisa nggak sesuai sama yang diharapkan.

Berubah-ubah Pikiran Terus

Konsultasi desain itu wajib hukumnya. Ngomong dengan jelas kalau kamu kurang suka juga wajib hukumnya biar jangan ada penyesalan di antara kita. Tapi kalau ganti-ganti terus, artisnya bakal ilfil. Misal, awalnya kamu minta gambar ikan koi, udah dibilikin desain, tiba-tiba berubah pikiran, minta ikan lele. Udah dibikinin desain lagi, berubah pikiran lagi minta ikan cupang. Kayak gitu terus sampai semua jenis ikan dari mulai paus sampai ikan asin kamu sebutin semua. Akhirnya nggak jadi bikin tato, cuma minta gambar-gambarin doang. Hihh!

Bau Badan

Plis lah, nggak peduli seberapa cueknya kamu sama penampilan, nggak peduli kamu tetep tampan rupawan meskipun nggak mandi dua bulan, kalau mau tato usahakan mandi dulu. Pakai deodorant kalau keringetmu bau.

Tattoo artist itu manusia lho. Mereka punya hidung juga, ingat ya. Nato beberapa jam sambil menahan bau badan yang aduhai tentu bisa membuyarkan konsentrasi dan bikin mood jadi kacau.

Ikut Promo yang Diadakan Artist, tapi Masih Nawar

Kadang, tattoo artis bikin event-event promo. Misal “Khusus hari ini tato diskon 50%.”

Kalau mau ikut, silakan ikutan. Tapi jangan kebangetan dengan masih nawar juga. “Mas, aku hari ini sibuk mau keriting bulu mata dulu. Kalau besok aja boleh nggak?”

“Yaaaah, kok cuma 50% sih? 200% dong, pasiennya dikasih uang jajan pas pulang.”

Jangan, oke? Pokoknya jangan.

Terlalu Sering Minta Istirahat

Proses tato yang cukup lama emang bisa melelahkan. Proses tato yang menggunakan benda tajam juga bisa menyakitkan. Jadi kalau di tengah proses kamu minta istirahat sejenak itu sangat wajar. Semua artist juga pasti ngerti. Tapi ya jangan dikit-dikit minta istirahat juga. Baru dua menit, istirahat setengah jam. Dua menit lagi, istirahat lagi setengah jam. Kapan jadinya?

Bawa Temen Terlalu Banyak

Boleh bawa temen, tapi jangan banyak-banyak. Satu atau dua orang aja, udah maksimal itu. Lagian ngapain sih bawa temen banyak-banyak? Biar jadi supporter? Apalagi kalau supportermu ini ribut teriakin yel-yel segala. Mengganggu. Kalau bawa temen pastikan temennya tahu sopan santun. Duduk tenang dan nggak mengganggu.

Nggak Yakin Mau Tato apa

Ini masih ada hubungannya sama poin nomor sepuluh. Sebelum memutuskan untuk ditato, pastikan kamu udah tahu mau tato apa. Jadi pas sesi konsultasi desain itu udah berangkat dari satu ide yang jelas, tinggal stylingnya aja. Bukannya “Mas, aku mau tato.”

“Oke, mau gambar apa?”

“Emmm, enaknya gambar apa ya? Gimana kalau gambar panci? Eh, nggak ding, gambar sisir aja.”

Lah, gimana sih?

Nggak Merawat Tato Dengan Benar

Kalau kamu mau tatomu bagus, ya harus dirawat yang bener. Merawat yang bener ini penting banget terutama di awal-awal pas lukanya belum sembuh. Jangan sembarangan. Ikuti nasihat dari tato artistmu. Jangan usil ngeletekin atau garuk-garuk. Jangan jorok.

Yang paling penting, kalau tatomu pas udah sembuh jadinya kurang maksimal gara-gara kamu nggak bener ngerawatnya, jangan datang ke artisnya trus complain “Mas/Mbak, kok jadinya nggak bagus sih?”

Merasa Sudah Paling Tahu

Oke, temen-temenmu banyak yang tatoan dan kamu udah sering denger cerita dari mereka. Karena udah sering diceritain dan denger mitos katanya-katanya, kamu jadi udah merasa paling tahu soal dunia tato. Pas akhirnya bikin tato beneran dan dikasih nasihat sama tattoo artisnya, kamu merasa lebih pinter. Dikasih saran untuk pakai aftercare cream, malah ngeyel bilang “Ah, temenku tatonya dikasih minyak jelantah juga baik-baik aja tuh.”

Bawa Temen Untuk Mengawasi Kerjaan Si Artist

Kamu mau bikin tato, tapi kamu merasa kurang pede akibat merasa masih awam banget di dunia pertatoan. Trus kamu minta anter temenmu yang lebih berpengalaman. Itu oke, nggak masalah. Yang jadi masalah adalah, ketika si temen kamu ini jadi semacam mandor. Dia mengawasi kerjaan si tattoo artist dan mengintervensi, nyela ini itu, ngajarin ini itu. Heuuft. Aku yang bukan tattoo artist aja bisa bayangin betapa pasti rasanya nggak nyaman dan nyebelin lah.

Udah sih, itu aja dulu. Intinya, apa-apa jangan serba terlalu. Bawa temen boleh, tapi jangan terlalu banyak. MInta istirahat boleh, tapi jangan terlalu sering. Cari informasi boleh, wajib malah, tapi jangan jadi sok tahu. Dan seterusnya. Yang sedang-sedang saja.

Dan yang paling penting sih, percaya sama tattoo artistmu. Kamu udah milih dia, pastinya juga udah percaya sama kerjaannya kan? Harusnya sih.

Tattoo artist, mungkin punya pengalaman ketemu klien yang menyebalkan juga yang belum ketulis di sini, silakan cerita-cerita di kolom komentar yaa.

 

Tattoo virgin. Bisa ditemui di akun facebooknya.

Related Post to Tipe-tipe Klien Tato yang Menyebalkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *