Tips Tato Pertama

Pepatah membosankan mengatakan “Selalu ada saat pertama untuk segala sesuatu.” Begitu juga dengan tato. Tato pertama mungkin jadi pengalaman yang bikin berdebar-debar karena banyak alasan: belum kebayang sakitnya, belum bener-bener tahu harus gimana, belum punya pengalaman sebelumnya, belum kenal sama tattoo artist, dan yah, ini keputusan besar.

Tapi tenang saja, semua orang juga pernah mengalami yang pertama kok. Orang yang tatonya udah full banget sampai wajah dan kepala itu juga dulunya pernah mengalami ditato pertama kali. Mereka dulunya juga belum banyak tahu, belum kebayang sakitnya, dan sebagainya.

Jadi berikut ini tips buat kamu yang baru mau bikin tato untuk pertama kali. Mudah-mudahan bisa membantu meringankan kebingungan-kebingungan.

Mau Tato Apa?

Ini jelas banget ya, udah sering aku sebutin di mana-mana. Baik tato pertama, kedua, dan keberapapun, saat datang ke tukang tato kamu harus udah tahu mau gambar apa dan harus udah seratus persen positif dengan pilihanmu. Kalau perlu, pikirkan dulu beberapa waktu sebelumnya. Nggak usah buru-buru. Pastikan kalau kamu bener-bener suka sama gambar itu dan nggak akan cepet bosen.

Nggak perlu mikir berlebihan dalam menentukan ini. Nggak harus pakai cara ngitung primbon dan pakai filosofi yang ndakik-ndakik. Yang penting gambar itu berarti buatmu dan kamu suka. Yang tiap kali kamu lihat lagi, kamu masih akan menyukainya selamanya.

Temukan Tattoo Artist yang Tepat

Ini sebenernya nggak hanya berlaku untuk tato pertama aja, tapi juga tato ke berapapun. Ketahuilah bahwa masing-masing artist itu memiliki spesialisasinya sendiri-sendiri. Yang jago di desain new school belum tentu jago gambar realis. Yang jago gambar realis, belum tentu jago di fine liner, dan semacamnya. Jadi kamu harus tahu dulu. Jangan ngeyel dan apalagi maksa seorang tattoo artist untuk membuat tato yang memang bukan bidang keahliannya. Jangan sampai nanti kamu protes karena gambarnya nggak sebagus portofolionya karena kamu maksa sang artist untuk nggambar di luar spesialisasinya.

Baca juga:  Mengapa Tato Memudar?

Oke, beberapa artist memang bisa dibilang serba bisa dan fleksibel bisa nggambar dalam berbagai gaya. Tapi nggak semua. Kebanyakan tetep fokus ke satu gaya tertentu. Bahkan yang serba bisa sekalipun biasanya tetep paling jago di satu gaya tertentu. Jadi tetep harus nanya-nanya dulu. Riset. Kamu maunya tato apa dengan gaya seperti apa, cari artist yang hasil kerjaannya paling bagus di gaya itu.

Prioritaskan Kualitas, Bukan Harga

Buat yang baru pertama kali mau bikin tato mungkin merasa sedikit keberatan dengan harga yang lumayan. Tapi sekali lagi, tato itu investasi seumur hidup. Akan membekas di badanmu selamanya.

Jadi sebaiknya jangan asal aja milih artist yang penting murah tanpa mempertimbangkan kualitasnya. Daripada nanti menyesal karena jelek trus akhirnya hapus atau cover, mending disiapin dari awal. Nabung aja dulu. Sabar. Toh tato memang bukan sesuatu yang harus dilakukan buru-buru.

Bersiap-siaplah!

Siap-siap dalam hal ini meliputi nyari-nyari referensi, nyari info seputar tato, baca-baca profil tattoo artist, dan lain-lain.

Termasuk juga persiapkan desain mau seperti apa. Maksudnya bukan harus menggambar desainnya sendiri kalau emang nggak bisa menggambar. Tapi udah punya rencana jelas gambarnya mau kira-kira seperti apa. Jadi pas tiba saatnya ngobrol sama tattoo artistnya, kamu bisa menjelaskan dengan baik dan nggak malah bingung sendiri.

Bawa contoh gambar nggak apa-apa. Bukan untuk dicopy plek jiplek. Bisa dikombinasikan, atau dibikin sesuatu yang baru dari gambar contoh itu.

Jangan Takut Ngomong

Mungkin karena baru pertama, belum punya pengalaman, belum kenal sama artistnya, kamu jadi takut-takut. Akhirnya cuma nurut-nurut aja. Ya kalau emang nurutnya sesuai sama maumu sih nggak masalah. Yang masalah itu kalau nggak sesuai. Misal, kamu sebenernya pengen gambar wajah realis, tapi disarankan bikin gambar pemandangan. Kalau kamu nggak suka ya jangan asal nurut.

Baca juga:  Pelajaran Hidup yang Bisa Kita Petik dari Tattoo

Bicarakan baik-baik. Tattoo artistmu pasti akan bersedia mendengarkan, dan sebaiknya kamu juga mendengarkan. Jangan terlalu maksa juga. Yang harus kamu lakukan di sini bicara baik-baik, bukan ngeyel. Diskusikan. Jangan merasa terintimidasi. Tattoo artist nggak gigit kok. Selama kamunya nggak nyebelin, pasti mereka juga baik.

Tenang

Kalau semuanya udah siap, saatnya eksekusi. Pada tahap ini yang perlu kamu lakukan adalah tenang. Kualitas gambar tato itu juga sangat tergantung pada seberapa tenang dan santainya dirimu. Mau sejago apapun artistnya, kalau kamu usil-usil terus, ya pasti bakal mencang-mencong juga.

Biarkan tattoo artist mengerjakan tugasnya dengan tenang. Jangan ganggu perhatiannya. Jangan karena kamu panik, malah bikin si artist ikutan panik. Atur nafas, jangan nafas cepet-cepet karena nafas terlalu cepet/ terengah-engah bakal bikin badanmu nggak anteng. Jadi bernafaslah dengan santai atau ikuti instruksi dari tattoo artistnya.

Oke kan? Itu aja dulu tipsnya. Kalau ada temen-temen yang lebih berpengalaman, atau tattoo artist yang mau nambahin saran, boleh banget. Kita diskusi di kolom komentar.

Tattoo virgin. Bisa ditemui di akun facebooknya.

Related Post to Tips Tato Pertama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *